Tandaseru – Kuasa hukum Aman Abdurrahman alias Oman, Asludin Hatjani bereaksi atas tuntutan pidana mati kliennya oleh Jaksa Penuntut Umum. Asludin mengatakan, banyak tuntutan yang sejatinya tak terbukti. . “Tuntutan ini sangat tidak bijaksana,” kata Asludin pascapersidangan, kepada wartawan, Jumat (18/5/2018). . JPU di PN Jaksel menuntut hukuman pidana mati kepada Aman Abdurrahman dugaan menjadi dalang dalam serangan terorisme di Indonesia. . “Menurut kami itu justru banyak tuduhan yang tidak terbukti,” kata Asludin. . Asludin menegaskan kuasa hukum, termasuk Aman siap untuk melakukan pembelaan pada agenda sidang berikutnya. Sidang pembacaan pleidoi akan dilakukan pekan depan. . Diketahui, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menuntut terdakwa terorisme Aman Abdurrahman dengan hukuman pidana mati. . Berdasarkan dakwaan, Aman adalah aktor intelektual di balik sejumlah teror bom termasuk Bom Thamrin pada tahun 2016. . “Menjatuhkan pidana kepada Oman Rachman alias Aman Abdurrahman dengan pidana mati,” kata Jaksa di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). . . #pidana #terdakwa #newsupdate #tandaseru
6 0
Eureka..! Eksepsi ane diterima.. Terdakwa diperintahkan segera dibebaskan.. Dakwaan Jaksa dinyatakan batal demi hukum.. 💪😎 . . #pembunuhan #sidang #pidana #advokat #lawyer #eksepsi #terdakwa #bebas
47 4
“Gelap adalah materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut, tetapi kehadirannya dapat dibuktikan dari efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Perkiraan tentang banyaknya materi di dalam alam semesta berdasarkan efek gravitasi selalu menunjukkan bahwa sebenarnya ada jauh lebih banyak materi daripada materi yang dapat diamati secara langsung. Terlebih lagi, adanya materi gelap dapat menyelesaikan banyak ketidakkonsistenan dalam teori dentuman dahsyat”.. . . . #gelap #dark #horror #hantu #kegelapan #keterangan #saksi #tersangka #terdakwa #indonesia #ssqpark . . . 📷 by : @jesongcath
92 25
JAKARTA, REQNews – Fredrich Yunadi terdakwa kasus dugaan menghalangi penyidikan korupsi e-KTP, berencana menghadirkan 10 ahli dalam persidangan. Tidak hanya menghadirkan ahli, Fredrich juga meminta izin kepada majelis hakim untuk menghadirkan saksi meringankan. Menurut Fredrich , saksi meringankannya adalah saksi yang pernah diperiksa oleh penyidik KPK, namun tidak dihadirkan jaksa dalam persidangan. Fredrich menilai, beberapa saksi tersebut memberikan keterangan yang sangat menguntungkan dirinya. “Saksi ahli kami ada 10 orang, yakni profesor dan guru besar,” ujar Fredrich dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (30/4/2018). Fredrich berharap para ahli tersebut dapat membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan membantah surat dakwaan jaksa. Fredrich juga meminta agar majelis hakim tidak mempersingkat waktu persidangan agar ia punya hak yang sama untuk membuktikan dirinya tak bersalah.(dnls) http://requisitoire-magazine.com/2018/04/30/fredrich-yunadi-akan-ajukan-10-profesor-menjadi-saksi-ahli/ @jokowi @official.kpk @kemenkominfo @sekretariat.kabinet @indozone.id #frederichyunadi #terdakwa #kasus #kasusektp #menghalangi #penyidikan #korupsi #ektp #saksi #ahli #mantanpengacarasetnov #pengacara #sidang #like4like #follow4follow #likeforlike #l4l #lfl #instanews #instamood #instagood #instagram #beritaterkini #beritainstagram #requisitoire
4 1